Senin, 16 Maret 2015

Karya Ilmiah UN SMA 2013











KARYA ILMIAH
UJIAN NASIONAL SMA 2013
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSqMeRpgEY_aza1jluMUKvkpNM7buoNCqtaRAL19f9ZmeM5-unrAKHUVos



                BAHASA INDONESIA
                KELAS XII
                SMA NEGERI 3 DEPOK
2013






KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat, hidayah dan Inayah kepada Kita, Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Kita Muhammad SAW berserta kerabat dan sahabat-sahabatnya, Penulis atas berkat ridhonya dapat menyelesaikan tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam penyusunan Karya Ilmiah dengan tentang Ujian Nasional 2013.

            Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan.baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Dalam Penyusunan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penyusunan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki saya. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan penyusunan makalah ini.
            Penyusunan Makalah ini tidak akan terlaksana tanpa bimbingan, pengarahan dan bantuan serta saran dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu/Bapak Guru Mata Pelajaran
2. Rekan- rekan Perjuangan SMAN 3 Depok
Tak lupa Penulis mengucapkan banyak terimaksih  kepada Kedua Orang Tua dan Keluarga yang telah memberikan bantuan,  baik moril maupun materil, perhatian serta do’a. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.Terima kasih.

Depok, April 2013


Penyusun      

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................................................1

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………. 2

DAFTAR ISI............................................................................................................. ........... ……..3
BAB I  PENDAHULUAN………………………………………………………………………...4          
1. Ujian nasional  secara umum…………………………………………………………………...4
2. Manfaat Ujian Nasional………………………………………………………………………...4
3. Tujuan Diadakan Ujian Nasional (UN) ……………………………………………………….. 5
4. Mata pelajaran yang diujikan……………………………………………………………….…..5
5. Tanggal Pelaksanaan Ujian utama ……………………………………………………………..6
6. Ujian ulang ……………………………………………………………………………….…….7
7. Pengumuman Kelulusan Ujian Nasional………………………………………………………. 7
8. Nilai kelulusan………………………………………………………………...………………..8

BAB II   PEMBAHASAN……………………………………………………...…………………9
1,Permasalahan Ujian Tahun 2013………………………………….…………………………….9
            A.        Sebab terjadinya masalah…………………………………...……………………..9
            B.        Akibat terjadinya masalah………………………………………………………. 10

2. Opini …………………………………………………………………………………...……..11
2.1       Pelaksanaan UN tahun ini………………………………………………………..11
2.2       Persiapan kelas 12 tahun ini dalam meghadapi UN………………….…………..11
2.3.      Suasana ketika didalam ruangan Ujian Nasional…………………………..…….12
2.4.      Masalah-masalah dalam mengerjakan soal ujian nasional………………...…….13  
2.5       Perasaan murid kelas 12 ketika pra, pelaksanaan, dan pasca UN…………….….13
2.6       Saran dari murid kelas 12 tahun ini untuk ujian nasional tahun 2014……...……14

3.  Dampak “Ujian Nasional” dari segi Kacamata Siswa…………………………….………….15

4. Solusi atas masalah-masalah Ujian Nasional tahun 2013 ……………………….……………18

5. Tips Menghadapi Ujian Nasional……………………………………………………………..19

BAB 3 PENUTUP……………………………………………………………………………….21

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………..………………………..22

LAMPIRAN………………………………………………………...……………………………23


BAB 1
PENDAHULUAN

1.          Ujian nasional  secara umum 

            Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan. Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
2.          Manfaat Ujian Nasional
·   Dapat diperoleh hasil pengukuran mutu pendidikan di tingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota, dan sekolah/madrasah.
·   Mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan.
·   Dapat diketahui pencapaian standar nasional pendidikan, sehingga bisa dilakukan “penanganan lanjut” berdasarkan pencapaian tersebut.
·   Diperoleh hasil penyelenggaraan pendidikan untuk dipertanggungjawabkan secara nasional, propinsi, kabupaten/kota, sekolah/madrasah, dan kepada masyarakat


3.          Tujuan Diadakan Ujian Nasional (UN)


            Menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 153/U/2003 Tentang Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004 bahwa tujuan dan fungsi ujian nasional seperti yang tercantum dalam SK Mendiknas 153/U/2003 yaitu:
Tujuan Ujian Nasional (Pasal 2):
  1.  Mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.
  2. Mengukur mutu pendidikan di tingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota, dan sekolah/madrasah.
  3. Mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan secara nasional, propinsi, kabupaten/kota, sekolah/madrasah, dan kepada masyarakat.
            Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 77 tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009 tujuan Ujian Nasional (UN) adalah untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
4.          Mata pelajaran yang diujikan
Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) ada 3 mata pelajaran yang diujikan yaitu:
  1. Bahasa Indonesia
  2. Matematika
  3. Ilmu Pengetahuan Alam
Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada 4 mata pelajaran yang diujikan yaitu:
  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa Inggris
  3. Matematika
  4. Ilmu Pengetahuan Alam


Untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 6 mata pelajaran yang diujikan, tergantung penjurusannya:
Penjurusan
Mata pelajaran
utama
Mata pelajaran
karakteristik penjurusan
IPA
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Matematika
Sastra Indonesia, sejarah
Bahasa asing pilihan (
Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, Bahasa Perancis, Bahasa Arab)
Ilmu Tafsir, Ilmu Hadist, Ilmu Kalam
Kejuruan
Sejarah, Teori Kejuruan, Praktek Kejuruan
5.          Tanggal Pelaksanaan Ujian utama

SMA/SMK/MA
SMP/MTs
SD/MI

Mulai
Selesai
Mulai
Selesai
Mulai Selesai


Belum ada



24 April

24 April


12 Mei

19 April
26 April
9 Mei

18 April
25 April
8 Mei

Keterangan:
  • Semua tanggal di atas merupakan tanggal pelaksanaan UN utama.
  • Tanggal pelaksanaan UN susulan adalah 1 pekan setelah tanggal tertulis di atas.
  • Ujian ulangan dilaksanakan bagi siswa yang belum lulus dalam UN utama.
6.          Ujian ulang
Tahun
SMA/SMK/MA
SMP/MTs
SD/MI
Mulai
Selesai
Mulai
Selesai
Mulai
Selesai
2010
14 Mei
24 Mei
2011
Mei
Mei
Mei
18 Mei
20    ei
7.          Pengumuman Kelulusan Ujian Nasional
Tahun
SMA/SMK/MA
SMP/MTs
SD/MI
Belum ada
19 Juni
17 Juni
8 Juni


8.          Nilai kelulusan
Tahun
Nilai minimal
Rata-rata minimal
2005

4,25
5,25
2006
4,50
2007
2008

4,25
5,25
2009


5,50
2010
2011
4,00
2012
2013

 




BAB 2

PEMBAHASAN

1.    Permasalahan Ujian Tahun 2013



            Pelaksanaan ujian nasional 2013 ini yang bukan  berjumlah lima paket lagi, melainkan bertambah empat kali lipat hingga 20 paket soal bagi tingkat SMP dan SMA, ternyata menimbulkan banyak maslah dalam pelaksanaannya.
A.         Sebab terjadinya masalah
            Ujian nasional tidak dilaksanakan dengan serentak, Di seluruh Indonesia Senin 15 April 2013 setidaknya 5,109 siswa sekolah menengah atas menunggu hingga kamis. Diantaranya  pada 11 provinsi di kawasan Indonesia Tengah. antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Ujian di tunda Karena perusahaan yang bertanggung jawab atas percetakan dan distribusi soal ujian untuk 11 provinsi itu memang kurang siap, Ghalia adalah satu dari 5 perusahaan yang mendapat tender mencetak kertas ujian nasional tahun 2012/2013. soal ujian untuk siswa di Indonesia Tengah tidak sama dengan soal ujian di Indonesia Timur. Pemerintah sejumlah daerah di kawasan Indonesia Tengah, juga menilai bahwa penundaan itu adalah preseden buruk. ini untuk pertama kalinya di Indonesia, ujian nasional ditunda hanya karena perusahaan yang menang tender itu tidak siap.
            Meski lolos seleksi ketat, Ghalia Indonesia Printing memang belum berpengalaman mencetak soal ujian begitu banyak. Mereka hanya pernah mencetak soal untuk Provinsi Sumatera Barat. Perusahaan belum berpengalaman mencetak soal untuk 11 provinsi. Perusahaan kewalahan menyeleksi dan menyelesaikan produksi naskah tiap sekolah untuk Indonesia Bagian Tengah. Kendala utamanya adalah kurangnya SDM, sementara jumlah yang dicetak banyak.
            Keterlambatan pengiriman soal terjadi karena order dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terlambat. Seharusnya sudah diorder 60 hari sebelum ujian, tapi tahun 25 hari sebelum ujian soal baru dikirim. Selain Kabupaten Deli Serdang, sebanyak 42 sekolah SMA sederajat di Kabupaten Simalungun juga terpaksa menunda pelaksaan ujian. Berdasarkan surat edaran dari Badan Standar Pendidikan Nasional (BSPN) pada Minggu malam, ujian akan dialaksanakan pada 22-25 April 2013. Mundur selama satu pekan.

            Pelaksanaan ujian nasional di sejumlah sekolah di Kota Bekasi, Jawa Barat, juga kurang mulus.  Lembar jawaban dan lembar naskah soal berbeda. Lembar soal Bahasa Indonesia, namun di lembar jawaban sesuai kodenya adalah Bahasa Inggris. Perbedaan itu terjadi di SMKN 1, SMKN 2 dan SMK Bina Mandiri. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan keterlambatan distribusi soal Ujian Nasional (UN) murni kesalahan PT Ghalia Indonesia Printing sebagai perusahan pemenang tender pencetakan soal ujian.

            Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, menjelaskan PT Ghalia mengalami masalah teknis sehingga tidak bisa menyelesaikan pengadaan soal ujian tepat waktu.
B.   Akibat terjadinya masalah
Terlambat untuk begitu banyak provinsi memang cukup mengherankan, sebab ujian nasional bukan sesuatu yang tiba-tiba. Sudah lama direncanakan. Bahkan terjadwal setiap tahun. Jadi mestinya, semua persoalan teknis seperti ini sudah diperhitungkan.  Akibat dari kesalahan semua ini 11 provinsi antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat mengalami penundaan pelaksanaan ujian nasional sehingga ujian nasional akan dialaksanakan pada 22-25 April 2013. Mundur selama satu pekan. dan selain itu ada juga yang menggunakan lembar LJK dan pertanyaan yang di fotokopi. Kertas LJK ujian juga terlalu tipis sehingga rentan akan robek.
Akibat dari PT Ghalia yang mengalami masalah teknis sehingga tidak bisa menyelesaikan pengadaan soal ujian tepat waktu. Musliar Kasim matenambahkan, penundaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi di Indonesia tengah dapat dilihat dari segi positifnya. Dengan penundaan ini, siswa memiliki waktu lebih lama untuk mempersiapkan diri.
Secara psikologi, kalau diundurkan akan mengurangi konsentrasi siswa

2.          Opini

2.1   Pelaksanaan UN tahun ini
            Kalau menurut salah satu kakak kelas, iya merasakan pelaksanaan UN kemarin cukup kondusif.. Tidak ada masalah atau kendala seperti di daerah-daerah lain. Intinya kaka bersyukur di SMA 3  UNnya cukup lancar dari hari pertama UN sampai hari terakhir UN

            Pelaksanaa UN tahun ini di Depok sendiri sudah baik tidak ada istilah terlambat . Mungkin di SMA 3 sendiri saya melihat panitia dan pengawas kurang menjalankan peran dengan baik. Kurang ada tindakan  tegas bagi peserta yang terlambat. Tapi kalau dilihat secara menyeluruh UN 2013 memang carut marut. Ada kasus kurang soal, soal tertukar atau tidak mendapatkan soal satu pun. Namun dibalik itu apresiasi tinggi dengan usaha meminimalisirkan contekan. Yaitu 20 paket dan adanya barcode soal
            Pelaksanaan UN tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya mulai dari 20 paket, barcode, LJKUN yang menyatu dan lain-lain. Jika dilihat dari ruang lingkup SMA 3, pelaksanaannya cukup lancar meskipun masalah teknis terjadi di hari terakhir, yaitu keterlambatan distribusi soal di ruanganku.

2.2  Persiapan kelas 12 tahun ini dalam meghadapi UN
            Persiapan buat UN  sudah di mulai dari awal January, mereka juga banyak yang mengiikuti les Bimbingan Belajar di Salemba group untuk memebantu mengejar materi-materi UN, tetapi semuanya akan tidak ada apa-apanya tanpa ada latihan soal, karena itu membantu sekali , serta tidak lupa juga Do’a dan ibadahnya ditertibkan baik sholat wajib ataupun sholat sunnah, intinya 6 bulan itu fokusin untuk UN, adapun kakak twitteran, itu hanya untuk me refresh otak kakak saja.
            Kalau persiapan menurut seorang siswa mungkin dapat dibilang ia terlambat memulai. ia mulai intensif mengulang pelajaran dan aktif bimningan belajar ketika sudah masuk semester 6. Sebelumnya ia masih terbagi dengan kegiatan di OSIS dan ROHIS. Tapi Alhamdulillah masih dapat dikejar materi-materinya, juga karena teman-teman, kadang ia suka membahas soal dengan beberapa teman. Meski tanpa adanya jam tambahan, tapi teman dapat menjadi alternative terbaik. Selain persiapa materi ia juga melakukan sedikit persiapan spiritual. Yang paling kontras ketika ia memutuskan untuk tidak bergaul berlebihan atau kalau anak sekarang menyebutnya “unsos”.
            Menurut mereka Persiapan menghadapi UN sebenarnya sudah dimulai dari semester1, terus semakin meningkat ketika memasuki semester 2, kalau menurut salah satu siswi persiapannya itu sedikit demi sedikit, tapi ia mengusahakan agar peningkatan dari waktu ke waktu dan Alhamdulillah imbasnya dapat dirasakan dari TO yang dilaksanakan. Kalau belajar lebih ke mengerjakan soal tahun lalu atau prediksi dari buku-buku lain , tapi khusus materi yang belum biasa, diperdalam lagi dengan cara membaca catetan atau buku paket. Ia juga melaksanakan belajar bersama dengan teman-teman, dan hal itu sangat berdampak positif.
2.3     Suasana ketika didalam ruangan Ujian Nasional

            Menurutnya siswa siswi kelas 12  Suasana didalam ruangan penuh dengan bau-bau  mata pengintai, tetapi mereka tetap enjoy, karena kalau dibawa tegang dikhawatirkan akan membuyarkan hafalan- hafalan materi, Intinya tetap banyak dzikir dan doa. Tetapi dari pengalaman kemarin, pengawas nya asyik tetapi tidak untuk pengawas dari SMA 1 Depok, ia sering kali jalan-jalan , padahal sudah ada peraturan bahwa pengawas dilarang jalan-jalan karena itu dapat membuat nervous anak didik.
     Da juga yang mengatakan suasana di dalam ruang ujian. Alhamdulillah tertib. Tapi atmosfer paling seru ketikahari kedua saat mata pelajaran fisika . Sepertinya teman-teman kurang mempersiapkan dengan baik matapelajaran yang satu iniselain soalnya juga yang cukup sulit jadi mereka terlihat panik. Bahkan diantara mereka ada yang menangis karena takut tidak lulus  karena mata pelajaran yang satu ini. Dan ternyata suasana di ruangan jauh berbeda dari pikiran kebanyakan orang, suasananya justru santai dan seperti dan seperti ujian-ujian biasa saja. Mungkin ini juga karena pengawas ruangan yang kebanyakan bersikap kooperatif dan ramah kepada siswa





2.4    Masalah-masalah dalam mengerjakan soal ujian nasional

              Menurut mereka masalah pasti ada, apalagi untuk pelajaran fisika dan Matematika, memang ada materi yang mereka lemah sekali di materi itu, padahal mereka sudah banyak latihan soal-soal tapi tetap saja kalo sudah ketemu dengan tipe soal itu dengan angka yang berbeda, kadang-kadang  suka membuat nge blank . Tetapi soal UN lebih mudah dari pada TO yang ada, terutama dengan pelajaran biologi bagi anak ipa

             Dalam pengerjaan soal mungkin tidak hanya mereka saja yang menemui masalah seluruh siswa di SMA 3 atau bahkan seindonesiapun mengalami kesulitan, kenapa? Karena soal UN tahun ini terdapat soal sulit 10% lebih banyak dari tahun-tahu sebelumnya. Selain itu soal-soal UN 2013 komposisi soalnya tidak seperti soal UN sebelumnya, misalnya saja bab peluang di matapelajaran Matematika dari tahun ketahun 2-3 soal tetapi tahun ini ada 5 soal . Soal matapelajaran lain pun seperti itu juga. Yang pasti soal-soal UN 2013 penuh kejutan 
             Kalau masalah teknis tidak ada, tapi kalau mengetahui atau tidaknya jawaban soalnya menurutnya lumayan mengalami kesulitan.

2.5      Perasaan murid kelas 12 ketika pra, pelaksanaan, dan pasca UN
a.      Perasaan saat Pra : Bingung karena banyak sekali isu isu yang beredar, banyak sekali isu-isu yang beredar. Dari 20-30 paket soal, kode soal diganti barcode dan lain lain. Tapi  tetap harus FOKUS! Untung menepis isu-isu yang beredar itu, mereka juga mengatakan sering mengecek Timeline di akun-akun penting di Twitter untuk keakuratan berita tersebut, contoh saja @Info_snmptn
b.      Saat pelaksanaan : itu dapat disimpulkan dari jawaban di pertanyaan pertama
c.       Pasca :  mereka mengatakan lega! Bagaikan beban dipunggung seperti terangkat, walau tetap saja ada rasa khawatir , “Bagaimana nem kakak? Kakak lulus atau tidak? Secara kakak main Jujur tidak main contek-contekan , tapi tetap setelah UN kakak harus mempersiapkan diri untuk SBMPTN dan Ujian-ujian mandiri PTN dan selalu tawakal kepada Allah SWT, agar mendapat hasil yang maksimal”
d.    Mereka mengatakan ketika UN Alhamdulillah perasaannya tidak tegang dan takut, hanya sedikit khawatir karena kuwalitas soal dan lembar jawaban yang kurang baik.
             Pasca UN sudah agak lega sudah melewati rintangan kecil menuju rintangan yang lebih besar, dunia kampus dan dunia kerja. Ya tinggal megharapkan hasil yang terbaik dari Allah SWT  atas ikhtiar dan doa yyang saya dan teman-teman kelas 12 lakukan. Sekarang tinggal menunggu hasil rekayasa Dia Yang Maha Kuasa
             Perasaan waktu pra agak deg-degan, lebih ke takut sakit atau ada halangan-halangan yang tidak terduga. Perasaan waktu pelaksanaan cukup santai tapi agak pusing juga kalau soalnya. Perasaan pasca cukup lega karena sudah selesai satu tunggakan, tapi masih ada sedikit beban karena belum tau kepastian keterima di universitas mana

2.6   Saran dari murid kelas 12 tahun ini untuk ujian nasional tahun 2014
             Semoga tahun depan pemerintah lebih siap semuanya,  dari hal-hal yang kecil dulu saja. Jangan sampai ketika siswanya sudah siap dan matang buat menghadapi UN, tapi kemendikbud nya berantakan dan begitu parahnya. Terbukti dengan banyak nya berita tentang carut marut UN 2013 di TV. Kalau bias UN dapat dihapuskan. Karena UN tidak bias menilai atau mengukur kemampuan seseorang dengan 4 hari
             Saran untuk UN tahun depan, menurut mereka kalau bisa UN untuk sementara waktu ini jangan dulu dijadikan standar kelulusan. Perbaiki dahulu kualitas pendidikan yang mencakup profesionalitas guru, kelengkapan sarana prasarana sekolah, kurikulum atau yang paling menjadi perhatian adalah pendidikan karakter, pendidikan yang mencetak insane berbudi pekerti luhur. Nah dalam sementara waktu itu mungkin kelulusan dapat ditentukan melalui standar sekolah atau regional missal suatu kota atau provinsi. Baru setelah baik pendidikan Indonesia menjadikan UN sebaga kelulusan adalah baik.

             Saran ujian nasional tahun depan buat para calon peserta yang pokok: percaya sama diri sendiri, usaha yang keras dan do’a yang sungguh-sungguh sebelum ujian nasional. Jangan usaha yang aneh-aneh saat pelaksanaan ujian nasional. Yakin kalau Allah melihat proses, tidak hanya hasil. Seribet apapun sistematika ujian nasional, kalo kita tenang dan yakin pada diri sendiri, InsyaALLAH lancar. Ikuti saja alurnya dan jangan banyak komentar, karena itu sudah urusan pemerintah. Lulus itu gampang saja kok. Karena sekolah yang nentuin

3.                 Dampak “Ujian Nasional” dari segi Kacamata Siswa


Dampak Positifnya ialah :


1. Ujian nasional bisa menjadi peningkat mutu siswa dalam proses pembelajaran untuk menjadi SDM yang bermutu, mungkin dalam proses belajar siswa tidak serius dalam menerima pembelajaran, tetapi setelah mendengar kata Ujian Nasional siswa akan serius belajar, apalagi UN juga sebagai penentu siswa untuk memasuki sekolah negeri pilihan.
2. Ujian Nasional juga membuat siswa untuk belajar serius, mungkin dalam keseharian belajar para siswa kurang serius, tetapi bila mendengar kata UN sudah di depan mata, mereka akan belajar lebih semangat dan bersungguh-sungguh guna menyenangkan hati orang tua mereka.
3. Ujian Nasional juga bisa sebagai indikator untuk siswa sudah sampai manakah siswa sudah belajar serius untuk menghadapi masa depan mereka. Dengan nilai hasil ujian siswa, mereka bisa mengetahui apakah mereka sudah maksimal atau belum, bila belum, perlu dimaksimalkan.
 4. Siswa juga diajarkan untuk tidak curang seperti menyontek karena pengawasan yang super ketat dan pengawasnya pun bukan dari guru asal sekolah mereka. Bila ada yang mencurigakan para guru tidak segan-segan akan mencatat mereka dan melaporkannya pada panitia ujian guna menentukan hasil akhirnya.
5. Menjadikan siswa juga tidak terlalu bergantung pada guru. Dengan begitu, murid akan mencari bimbel untuk persiapan UN atau mereka akan mempelajari soal UN tahun lalu guna mempersiapkan untuk UN tahun sekarang.
6. Dengan adanya UN, akan menciptakan generasi-generasi bangsa kita yang berkompeten. UN telah menyumbang kontribusi dalam rangka penyamaan mutu pendidikan terhadap dunia internasional.

7. Peraturan dan pelaksaan UN dapat memacu daya kreativitas dan cara berfikir murid sehingga menjadi generasi yang kreatif

Dampak Negatifnya antara lain adalah :

1. Dampak ujian nasional bagi siswa adalah timbulnya pemahaman yang keliru terhadap makna bejalar di sekolah/madrasah. Tujuan studi (belajar) yang mestinya dalam rangka mencari ilmu (thalab al- ‘ilmi), kecerdasan dan akhlak yang mulia (akhlak al-Karimah) berubah menjadi sekedar meraih elulusan ujian nasional untuk tuga mapel UN. Akibatnya, mapel-mapel yang tidak di- UN- kan akhirnya menjadi dinomorduakan, termasuk gurunya. Kondisi demikian ini masih diperparah oleh sistem pelaksanaan UN-nya tidak jujur. Setiap kali ada pelaksanaan UN hampir pasti muncul aroma yang cukup tajam bahwa ada beberapa sekolah/madrasah yang dalam pelaksanaan UN- nya tidak fair-play alias tidak jujur. Artinya, dalam pelaksanaan UN di tingkat sekolah/madrasah itu panitianya dan tentu dengan “restu” kepalanya secara langsung atau tidak langsung membantu siswa supaya lulus UN, misalnya dengan cara memberi kunci jawaban kepada peserta UN, dan juga bisa dengan cara menggunakan siswa pandai untuk “dicontoh” oleh siswa yang memang lemah.

2. UN telah berlaku tidak adil terhadap siswa yang menjalani proses pendidikan di sekolah yang masih tertinggal, miskin sarana prasarana, ketiadaan guru yang profesional, proses belajar-mengajar seadanya, dan keterbatasan akses terhadap sumber belajar. Mereka dipaksa untuk bisa menghasilkan nilai yang sama dengan siswa dari sekolah yang sudah maju, fasilitas lengkap, guru memadai, dan punya akses yang luas terhadap resources. Input dan proses yang berbeda akan menghasilkan output yang berbeda pula. Siswa dengan latar belakang ekonomi keluarga kuat akan mampu membayar bimbingan belajar di luar sekolah dan mampu menyediakan buku serta bahan ajar yang memadai sehingga kemungkinan untuk lulus UN menjadi lebih besar. Sementara itu, siswa dari keluarga miskin akan mengalami kesulitan membayar bujet ekstra untuk bimbingan belajar di luar sekolah dan tidak mampu menyediakan buku dan bahan ajar lainnya. Karena itu, kemungkinan lulus menjadi lebih kecil. Hasil UN telah mendiskriminasi siswa yang tidak lulus untuk masuk pada pendidikan yang bagus pada jenjang berikutnya. Siswa SLTA yang ikut jalur UNPK mengalami masalahnya sendiri, karena Perguruan Tinggi Negeri tidak bersedia menerima Ijazah persamaan paket C, demikian juga dengan siswa SLTP yang ikut jalur UNPK paket B mereka juga tidak bisa masuk sekolah SMA yang bagus. Disamping itu juga terjadi stigmatisasi siswa yang tidak lulus sebagai kelompok siswa yang gagal dan 'bodoh', mereka akan menangggung beban psikologis dan sosial yang cukup berat. Tidak mengherankan ketika hasil UN diumumkan, terjadi beberapa kasus bunuh diri di kalangan siswa yang tidak lulus
3. Jika hasil UN itu dijadikan indikator untuk memotret kelemahan para siswa dalam praksis pendidikan, hasil UN bisa menjadi efektif dan sangat dibutuhkan untuk bahan perencanaan dalam mengambil kebijakan menyusun langkah-langkah strategis upaya peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. Dengan demikian, gap mutu yang masih terjadi selama ini bisa diperkecil.Tampaknya, walaupun UN telah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu, hasil UN yang memberikan indikasi kondisi nyata pendidikan tidak banyak ditindaklanjuti. Nyatanya, sekolah yang lima tahun lalu terbelakang tetap saja semakin terpinggirkan dan tetap tidak mampu meluluskan siswanya dalam UN tahun ini.

4. Dampaknya UN pun bisa dilihat bagi yang tidak lulus. Pasti akan berdampak pada psikis. Entah dengan berbagai cara seperti kabur dari rumah, bunuh diri dan lain-lain. Itu dikarenakan mereka tidak ingin mengecewakan orang tua mereka.
5. Siswa pun dibuat tidak percaya diri yang pada akhirnya mereka akan membeli soal atau kunci jawaban dari guru atau oknum lain jadi bisa merugikan siswa dan juga oknum yang menyelenggarakan seperti guru.
6. Merupakan bentuk pelecehan karena, misalnya murid SMP yang sudah belajar selama 3 tahun hanya 3 hari Ujian Nasional dilaksanakan, bagaimana kalau sikap mereka berakhlak yang buruk dan nilai UNnya bagus, pasti akan banyak oknum yang menentangnya.
7. Semua sekolah pun belum tentu kurikulumnya sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. Bila Ujian nasional dilaksanakan dengan kurikulum yang berbeda, maka para murid akan bingung dan mendapat hasil UN yang kurang maksimal.
8. Ujian Nasional hanya mengujikan mata pelajaran yang rata-rata harus dikuasai siswa seperti matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. Bagaimana dengan kesenian. Negara ini tidak maju karena yang mereka hasilkan hanyalah tenaga kerja yang bersifat material, sedangkan SDM luar negeri lebih berkualitas materialnya sehingga menjadikan orang pribumi kita yang menguasai material menjadi pengangguran. Kalau kesenian, hanya bangsa kita yang mempunyai seni yang beragam seperti batik. Bila pemerintah menggunakan kesenian sebagai hal yang harus dikuatkan, maka akan banyak hal yang baru dibuat di negara kita yang bisa memajukan martabat bangsa kita.
9. Siswa pun bisa kalah sebelum bertanding karena stress yang tinggi memikirkan standar nilai yang harus dicapai yang bisa berakibat fatal.
10. Satndar Nilainya pun cepat naik dari tahun ke tahun sehingga siswa susah untuk beradaptasi kepada standar nilai Ujian Nasional tersebut.
11. Sebagian kebijakan UN bisa melumpuhkan motivasi anak karena mereka melihat ada yang belajar bermalasan dan tidak berprestasi bisa lulus karena faktor uang.

Kebijakan UN telah menimbulkan lebih banyak dampak negatif ketimbang dampak positif. Sepatutnya pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan pelaksanaan UN dengan mengevaluasi secara jujur dan jernih serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan yang sesungguhnya. Akan lebih adil jika kewajiban pemerintah terlebih dahulu dilaksanakan dengan membenahi dulu kondisi real pendidikan dan mempersempit disparitas kualitas pendidikan yang ada sebelum memaksa siswa dan guru memenuhi kewajiban untuk mencapai nilai UN yang dikehendaki.

4. Solusi Atas Masalah-Masalah Ujian Nasional Tahun 2013
Ada beberapa solusi yang dapat di berikan melalui saran di bawah ini:
1. Bagi Pemerintah
Pemerintah harus mengkaji ulang sistem Ujian Nasional di negara Indonesia.
·         Jika mengamati negara Finlandia, diakui oleh semua negara sistem pendidikan Finlandia adalah terbaik dunia. Padahal di negara tersebut ditiadakannya sistem UN. Sumber yang diketahui, disana diterapkannya budaya membaca sejak kecil, juga kebijakan-kebijakan dari pemerintah Finlandia untuk membuat suasana belajar senyaman mungkin.
·         Pemerintah sudah harus menetapkan satu institusi untuk mencetak soal-soal ujian dan lembar jawaban
Cara ini bermanfaat agar tidak banyak kepentingan-kepentingan, misalkan percetakan negara (PusGraFin). Jika dibuat tender-tender apalagi sampai permainan pemenangan tender tidak dipungkiri pasti terjadi unsur suap yang berujuk tindak korupsi.
·         Pemerintah harus melakukan intervensi dan pengawasan terhadap pencetakan soal supaya cepat dan tidak mendadak dalam pendistribusiannya, juga untuk menghindari terhadap penggunaan kertas berkualitas rendah yang bisa merugikan para pelajar.
2. Bagi Pendidik (guru)
·         Secara psikologis akibat terjadinya kisruh UN ini siswa dapat merasakan frustasi yang berujung pada penurunan kualitas semangat belajar siswa, maka tugas pendidik mengembalikan semangat tersebut dengan memberikan motivasi, pemahaman untuk mengubah pola pikir siswa.
·         Memberikan pengajaran dengan metode PAILKEM (Pembelajaran, Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik)
Metode pembelajaran ini disesuaikan dengan kondisi siswa dikelas, dengan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan akan tumbuh motivasi semangat belajar siswa.

5. Tips Menghadapi Ujian Nasional

1. Persiapan Awal yang Matang

Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
2. Tetap Tenang dan percaya diri
Yakinkan pada diri kamu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik. Karena percaya diri merupakan poin penting dari salah satu kesiapan dalam ujian nasional. Tanpa adanya kepercayaan diri terkadang otak kita bisa blank hilang konsentrasi. Caranya bisa dengan duduk yang tenang, santai, rileks.
3. Baca, Cermati lalu Pahami baru mengerjakan soal
Tips Menghadapi Ujian Nasional yang ini sangat penting, Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
4. Hati-hari dalam mengisi Lembar Jawaban Komputer (LJK)
Dalam mengisi Lembar Jawab Komputer (LJK) sebaiknya hati-hati, jangan sampai basah, terlipat dan selalu menjaga LJK dari minyak, jika hal ini terjadi yang ditakutkan adalah tidak mesin scanner tidak dapat mendeteksi jawaban anda. Tentunya hal ini sangat fatal.
5. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
6. Awali dan Akhiri dengan berdoa
Sebelum kita mulai mengerjakan dan sesudah mengerjakan jangan lupa berdoa kepada Tuhan agar diberikan hasil yang baik. Kita hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan. Tuhan senantiasa akan melihat kesungguhan usaha kita. Tuhan pun akan melihat kesungguhan hambaNya untuk melakukan suatu usaha jika hambaNya mengiringi usahanya tersebut dengan berdoa.







BAB 3
PENUTUP
A.               KESIMPULAN
Kesimpulan dari pembahasan di atas, pelaksanaan Ujian Nasional 2013 tidak berjalan dengan lancar dikarenakan adanya kesalahan dari pihak pemerintah dan percetakan.

Kecemasan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional harus di atasi. Karena dapat menyebabkan banyak sekali dampak buruk. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1.      Hadapilah ujian tersebut dengan tenang dan santai.
2.      Percaya pada diri sendiri.
3.      Buatlah sebuah rencana dan strategi yang tepat.
4.      Perbanyaklah baca dan latihan soal.
5.      Belajar kelompok.
6.      Mohon doa restu dari orang tua.
7.      Berdoalah pada tuhan.

B.                 SARAN-SARAN

            Sebaiknya pihak pemerintah dan percetakan lebih siap dan lebih sigap dalam menyelenggarakan Ujian Nasional ini.
            Dalam menghadapi Ujian Nasional sebaiknya kita janganlah merasa cemas. Karena kecemasan tersebut dapat mengakibatkan hal buruk terjadi pada diri kita. Jadi, jangan pernah menganggap Ujian Nasional itu adalah beban untuk kita. Anggap saja bahwa UN ini misteri yang harus kita pecahkan. Dan peecayalah kita mampu dan kita pasti bias berhasil dengan usaha. Jadi, jika kita mampu mengapa kita harus bercemas?






DAFTAR PUSTAKA































Tidak ada komentar:

Posting Komentar