KARYA ILMIAH
UJIAN NASIONAL SMA 2013
BAHASA INDONESIA
KELAS XII
SMA NEGERI 3 DEPOK
2013
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat
Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat, hidayah dan Inayah kepada Kita,
Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Kita Muhammad SAW berserta
kerabat dan sahabat-sahabatnya, Penulis atas berkat ridhonya dapat
menyelesaikan tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam penyusunan Karya
Ilmiah dengan tentang Ujian Nasional 2013.
Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai
rintangan.baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar.
Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya
makalah ini dapat terselesaikan.
Dalam Penyusunan makalah ini kami merasa
masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada
teknis penyusunan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki saya.
Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi
penyempurnaan penyusunan makalah ini.
Penyusunan Makalah ini tidak akan
terlaksana tanpa bimbingan, pengarahan dan bantuan serta saran dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu/Bapak Guru Mata Pelajaran
2. Rekan- rekan Perjuangan SMAN 3 Depok
Tak lupa Penulis
mengucapkan banyak terimaksih kepada
Kedua Orang Tua dan Keluarga yang telah memberikan bantuan, baik moril maupun materil, perhatian serta
do’a. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca.Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon
untuk saran dan kritiknya.Terima kasih.
Depok, April 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL.......................................................................................................................1
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………………………. 2
DAFTAR ISI............................................................................................................. ........... ……..3
BAB
I PENDAHULUAN………………………………………………………………………...4
1. Ujian nasional
secara umum…………………………………………………………………...4
2. Manfaat Ujian
Nasional………………………………………………………………………...4
3. Tujuan Diadakan Ujian Nasional (UN)
……………………………………………………….. 5
4. Mata pelajaran yang diujikan……………………………………………………………….…..5
5. Tanggal Pelaksanaan Ujian utama
……………………………………………………………..6
6. Ujian ulang ……………………………………………………………………………….…….7
7. Pengumuman Kelulusan Ujian
Nasional………………………………………………………. 7
8. Nilai kelulusan………………………………………………………………...………………..8
BAB
II PEMBAHASAN……………………………………………………...…………………9
1,Permasalahan
Ujian Tahun 2013………………………………….…………………………….9
A. Sebab terjadinya
masalah…………………………………...……………………..9
B. Akibat terjadinya
masalah………………………………………………………. 10
2. Opini …………………………………………………………………………………...……..11
2.1 Pelaksanaan
UN tahun ini………………………………………………………..11
2.2 Persiapan kelas 12 tahun ini dalam
meghadapi UN………………….…………..11
2.3. Suasana ketika didalam ruangan Ujian
Nasional…………………………..…….12
2.4. Masalah-masalah dalam mengerjakan soal
ujian nasional………………...…….13
2.5 Perasaan murid kelas 12 ketika pra,
pelaksanaan, dan pasca UN…………….….13
2.6 Saran dari murid kelas 12 tahun ini untuk
ujian nasional tahun 2014……...……14
3. Dampak
“Ujian Nasional” dari segi Kacamata Siswa…………………………….………….15
4. Solusi atas masalah-masalah Ujian Nasional tahun
2013 ……………………….……………18
5. Tips Menghadapi Ujian Nasional……………………………………………………………..19
BAB 3 PENUTUP……………………………………………………………………………….21
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………..………………………..22
LAMPIRAN………………………………………………………...……………………………23
BAB 1
PENDAHULUAN
1.
Ujian nasional secara umum
Ujian Nasional
biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi
standar pendidikan
dasar dan menengah secara nasional
dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan,
Depdiknas di Indonesia
berdasarkan Undang-Undang
Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003
menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional
dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas
penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut
dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri
secara berkala,
menyeluruh, transparan,
dan sistematik
untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan
evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan. Proses pemantauan
evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada
akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan
dimulai dengan penentuan standar.
2.
Manfaat
Ujian Nasional
· Dapat
diperoleh hasil pengukuran mutu pendidikan di tingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota,
dan sekolah/madrasah.
· Mampu
mendorong peningkatan mutu pendidikan.
· Dapat
diketahui pencapaian standar nasional pendidikan, sehingga bisa dilakukan
“penanganan lanjut” berdasarkan pencapaian tersebut.
· Diperoleh
hasil penyelenggaraan pendidikan untuk dipertanggungjawabkan secara nasional,
propinsi, kabupaten/kota, sekolah/madrasah, dan kepada masyarakat
3.
Tujuan Diadakan Ujian Nasional (UN)
Menurut Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 153/U/2003 Tentang Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran
2003/2004 bahwa tujuan dan fungsi ujian nasional seperti yang tercantum dalam
SK Mendiknas 153/U/2003 yaitu:
Tujuan Ujian Nasional (Pasal 2):
- Mengukur pencapaian hasil
belajar peserta didik.
- Mengukur mutu pendidikan di tingkat
nasional, propinsi, kabupaten/kota, dan sekolah/madrasah.
Mempertanggungjawabkan
penyelenggaraan pendidikan secara nasional, propinsi, kabupaten/kota,
sekolah/madrasah, dan kepada masyarakat.
Mengacu
pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 77 tahun 2008 tanggal 5
Desember 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
(SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009 tujuan Ujian Nasional (UN) adalah
untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran
tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
4.
Mata pelajaran yang
diujikan
Untuk
tingkat Sekolah
Dasar (SD) ada 3
mata pelajaran yang diujikan yaitu:
- Bahasa
Indonesia
- Matematika
- Ilmu
Pengetahuan Alam
- Bahasa
Indonesia
- Bahasa Inggris
- Matematika
- Ilmu
Pengetahuan Alam
|
Penjurusan
|
Mata
pelajaran
utama
|
Mata
pelajaran
karakteristik penjurusan
|
|
IPA
|
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Matematika
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kejuruan
|
Sejarah,
Teori Kejuruan, Praktek Kejuruan
|
5.
Tanggal Pelaksanaan Ujian
utama
|
|
SMA/SMK/MA
|
SMP/MTs
|
SD/MI
|
|
|
Mulai
|
Selesai
|
Mulai
|
Selesai
|
Mulai
Selesai
|
|
|
|
|
|
|
|
Belum
ada
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
24
April
|
|
|
|
|
|
|
|
|
24
April
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12
Mei
|
|
|
|
|
19
April
|
|
26
April
|
|
9
Mei
|
|
|
|
|
18
April
|
|
25
April
|
|
8
Mei
|
|
Keterangan:
- Semua
tanggal di atas merupakan tanggal pelaksanaan UN utama.
- Tanggal
pelaksanaan UN susulan adalah 1 pekan setelah tanggal tertulis di atas.
- Ujian
ulangan dilaksanakan bagi siswa yang belum lulus dalam UN utama.
6.
Ujian ulang
|
Tahun
|
SMA/SMK/MA
|
SMP/MTs
|
SD/MI
|
|
Mulai
|
Selesai
|
Mulai
|
Selesai
|
Mulai
|
Selesai
|
|
2010
|
|
14 Mei
|
|
|
24
Mei
|
|
|
2011
|
|
Mei
|
Mei
|
Mei
|
18
Mei
|
|
7.
Pengumuman Kelulusan Ujian
Nasional
|
Tahun
|
SMA/SMK/MA
|
SMP/MTs
|
SD/MI
|
|
|
|
|
Belum
ada
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
19
Juni
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
17
Juni
|
|
|
|
|
|
8
Juni
|
|
8.
Nilai kelulusan
|
Tahun
|
Nilai
minimal
|
Rata-rata
minimal
|
|
2005
|
4,25
|
5,25
|
|
2006
|
4,50
|
|
2007
|
|
|
2008
|
4,25
|
5,25
|
|
2009
|
5,50
|
|
2010
|
|
2011
|
4,00
|
|
2012
|
|
2013
|
BAB 2
PEMBAHASAN
1. Permasalahan
Ujian Tahun 2013
Pelaksanaan
ujian nasional 2013 ini yang bukan berjumlah lima paket lagi, melainkan bertambah
empat kali lipat hingga 20 paket soal bagi tingkat SMP dan SMA, ternyata
menimbulkan banyak maslah dalam pelaksanaannya.
A.
Sebab
terjadinya masalah
Ujian
nasional tidak dilaksanakan dengan serentak, Di seluruh Indonesia Senin 15
April 2013 setidaknya 5,109 siswa sekolah menengah atas menunggu hingga kamis.
Diantaranya pada 11 provinsi di kawasan
Indonesia Tengah. antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan
Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi
Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Ujian di tunda
Karena perusahaan yang bertanggung jawab atas percetakan dan distribusi soal
ujian untuk 11 provinsi itu memang kurang siap,
Ghalia adalah satu dari 5 perusahaan yang mendapat tender
mencetak kertas ujian nasional tahun 2012/2013.
soal ujian untuk siswa di Indonesia Tengah tidak sama
dengan soal ujian di Indonesia Timur. Pemerintah
sejumlah daerah di kawasan Indonesia Tengah, juga menilai bahwa penundaan itu
adalah preseden buruk. ini untuk pertama kalinya di Indonesia, ujian nasional
ditunda hanya karena perusahaan yang menang tender itu tidak siap.
Meski lolos seleksi ketat, Ghalia
Indonesia Printing memang belum berpengalaman mencetak soal ujian begitu
banyak. Mereka hanya pernah mencetak soal untuk Provinsi Sumatera Barat.
Perusahaan belum berpengalaman mencetak soal untuk 11 provinsi. Perusahaan
kewalahan menyeleksi dan menyelesaikan produksi naskah tiap sekolah untuk
Indonesia Bagian Tengah. Kendala utamanya adalah kurangnya SDM, sementara
jumlah yang dicetak banyak.
Keterlambatan pengiriman soal
terjadi karena order dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terlambat. Seharusnya
sudah diorder 60 hari sebelum ujian, tapi tahun 25 hari sebelum ujian soal baru
dikirim. Selain Kabupaten Deli Serdang, sebanyak 42 sekolah SMA sederajat di
Kabupaten Simalungun juga terpaksa menunda pelaksaan ujian. Berdasarkan surat
edaran dari Badan Standar Pendidikan Nasional (BSPN) pada Minggu malam, ujian
akan dialaksanakan pada 22-25 April 2013. Mundur selama satu pekan.
Pelaksanaan ujian nasional di sejumlah sekolah di Kota
Bekasi, Jawa Barat, juga kurang mulus. Lembar jawaban dan lembar naskah
soal berbeda. Lembar soal Bahasa Indonesia, namun di lembar jawaban sesuai kodenya
adalah Bahasa Inggris. Perbedaan itu terjadi di SMKN 1, SMKN 2 dan SMK Bina
Mandiri. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan
keterlambatan distribusi soal Ujian Nasional (UN) murni kesalahan PT Ghalia
Indonesia Printing sebagai perusahan pemenang tender pencetakan soal ujian.
Wakil Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, menjelaskan PT Ghalia mengalami
masalah teknis sehingga tidak bisa menyelesaikan pengadaan soal ujian tepat
waktu.
B. Akibat terjadinya masalah
Terlambat
untuk begitu banyak provinsi memang cukup mengherankan, sebab ujian nasional
bukan sesuatu yang tiba-tiba. Sudah lama direncanakan. Bahkan terjadwal setiap
tahun. Jadi mestinya, semua persoalan teknis seperti ini sudah diperhitungkan. Akibat dari kesalahan semua ini 11 provinsi
antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat,
Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tengah, dan Sulawesi Barat mengalami penundaan pelaksanaan ujian nasional
sehingga ujian nasional akan dialaksanakan pada 22-25 April 2013. Mundur selama
satu pekan. dan selain itu ada juga yang menggunakan lembar LJK dan pertanyaan
yang di fotokopi. Kertas LJK ujian juga terlalu tipis sehingga rentan akan
robek.
Akibat
dari PT Ghalia yang mengalami masalah teknis sehingga tidak bisa menyelesaikan
pengadaan soal ujian tepat waktu. Musliar Kasim matenambahkan, penundaan
pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi di Indonesia tengah dapat
dilihat dari segi positifnya. Dengan penundaan ini, siswa memiliki waktu lebih
lama untuk mempersiapkan diri.
Secara psikologi, kalau diundurkan akan mengurangi konsentrasi siswa
2.
Opini
2.1 Pelaksanaan UN tahun ini
Kalau menurut salah satu kakak
kelas, iya merasakan pelaksanaan UN kemarin cukup kondusif.. Tidak ada masalah
atau kendala seperti di daerah-daerah lain. Intinya kaka bersyukur di SMA
3 UNnya cukup lancar dari hari pertama
UN sampai hari terakhir UN
Pelaksanaa UN tahun ini di Depok
sendiri sudah baik tidak ada istilah terlambat . Mungkin di SMA 3 sendiri saya
melihat panitia dan pengawas kurang menjalankan peran dengan baik. Kurang ada
tindakan tegas bagi peserta yang
terlambat. Tapi kalau dilihat secara menyeluruh UN 2013 memang carut marut. Ada
kasus kurang soal, soal tertukar atau tidak mendapatkan soal satu pun. Namun
dibalik itu apresiasi tinggi dengan usaha meminimalisirkan contekan. Yaitu 20
paket dan adanya barcode soal
Pelaksanaan UN tahun ini sangat
berbeda dari tahun sebelumnya mulai dari 20 paket, barcode, LJKUN yang menyatu
dan lain-lain. Jika dilihat dari ruang lingkup SMA 3, pelaksanaannya cukup
lancar meskipun masalah teknis terjadi di hari terakhir, yaitu keterlambatan
distribusi soal di ruanganku.
2.2 Persiapan
kelas 12 tahun ini dalam meghadapi UN
Persiapan buat UN sudah di mulai dari awal January, mereka juga
banyak yang mengiikuti les Bimbingan Belajar di Salemba group untuk memebantu
mengejar materi-materi UN, tetapi semuanya akan tidak ada apa-apanya tanpa ada latihan
soal, karena itu membantu sekali , serta tidak lupa juga Do’a dan ibadahnya
ditertibkan baik sholat wajib ataupun sholat sunnah, intinya 6 bulan itu fokusin
untuk UN, adapun kakak twitteran, itu hanya untuk me refresh otak kakak saja.
Kalau persiapan menurut seorang
siswa mungkin dapat dibilang ia terlambat memulai. ia mulai intensif mengulang
pelajaran dan aktif bimningan belajar ketika sudah masuk semester 6. Sebelumnya
ia masih terbagi dengan kegiatan di OSIS dan ROHIS. Tapi Alhamdulillah masih dapat
dikejar materi-materinya, juga karena teman-teman, kadang ia suka membahas soal
dengan beberapa teman. Meski tanpa adanya jam tambahan, tapi teman dapat
menjadi alternative terbaik. Selain persiapa materi ia juga melakukan sedikit
persiapan spiritual. Yang paling kontras ketika ia memutuskan untuk tidak
bergaul berlebihan atau kalau anak sekarang menyebutnya “unsos”.
Menurut mereka Persiapan menghadapi
UN sebenarnya sudah dimulai dari semester1, terus semakin meningkat ketika
memasuki semester 2, kalau menurut salah satu siswi persiapannya itu sedikit
demi sedikit, tapi ia mengusahakan agar peningkatan dari waktu ke waktu dan
Alhamdulillah imbasnya dapat dirasakan dari TO yang dilaksanakan. Kalau belajar
lebih ke mengerjakan soal tahun lalu atau prediksi dari buku-buku lain , tapi
khusus materi yang belum biasa, diperdalam lagi dengan cara membaca catetan
atau buku paket. Ia juga melaksanakan belajar bersama dengan teman-teman, dan
hal itu sangat berdampak positif.
2.3
Suasana ketika didalam ruangan Ujian
Nasional
Menurutnya
siswa siswi kelas 12 Suasana didalam
ruangan penuh dengan bau-bau mata
pengintai, tetapi mereka tetap enjoy, karena kalau dibawa tegang dikhawatirkan
akan membuyarkan hafalan- hafalan materi, Intinya tetap banyak dzikir dan doa.
Tetapi dari pengalaman kemarin, pengawas nya asyik tetapi tidak untuk pengawas
dari SMA 1 Depok, ia sering kali jalan-jalan , padahal sudah ada peraturan
bahwa pengawas dilarang jalan-jalan karena itu dapat membuat nervous anak
didik.
Da
juga yang mengatakan suasana di dalam ruang ujian. Alhamdulillah tertib. Tapi
atmosfer paling seru ketikahari kedua saat mata pelajaran fisika . Sepertinya
teman-teman kurang mempersiapkan dengan baik matapelajaran yang satu iniselain
soalnya juga yang cukup sulit jadi mereka terlihat panik. Bahkan diantara
mereka ada yang menangis karena takut tidak lulus karena mata pelajaran yang satu ini. Dan ternyata
suasana di ruangan jauh berbeda dari pikiran kebanyakan orang, suasananya
justru santai dan seperti dan seperti ujian-ujian biasa saja. Mungkin ini juga
karena pengawas ruangan yang kebanyakan bersikap kooperatif dan ramah kepada
siswa
2.4 Masalah-masalah dalam mengerjakan soal ujian
nasional
Menurut mereka masalah pasti ada, apalagi
untuk pelajaran fisika dan Matematika, memang ada materi yang mereka lemah sekali
di materi itu, padahal mereka sudah banyak latihan soal-soal tapi tetap saja
kalo sudah ketemu dengan tipe soal itu dengan angka yang berbeda, kadang-kadang
suka membuat nge blank . Tetapi soal UN
lebih mudah dari pada TO yang ada, terutama dengan pelajaran biologi bagi anak
ipa
Dalam
pengerjaan soal mungkin tidak hanya mereka saja yang menemui masalah seluruh
siswa di SMA 3 atau bahkan seindonesiapun mengalami kesulitan, kenapa? Karena
soal UN tahun ini terdapat soal sulit 10% lebih banyak dari tahun-tahu
sebelumnya. Selain itu soal-soal UN 2013 komposisi soalnya tidak seperti soal
UN sebelumnya, misalnya saja bab peluang di matapelajaran Matematika dari tahun
ketahun 2-3 soal tetapi tahun ini ada 5 soal . Soal matapelajaran lain pun
seperti itu juga. Yang pasti soal-soal UN 2013 penuh kejutan
Kalau
masalah teknis tidak ada, tapi kalau mengetahui atau tidaknya jawaban soalnya
menurutnya lumayan mengalami kesulitan.
2.5 Perasaan murid kelas 12 ketika pra, pelaksanaan, dan
pasca UN
a. Perasaan saat Pra : Bingung karena banyak
sekali isu isu yang beredar, banyak sekali isu-isu yang beredar. Dari 20-30
paket soal, kode soal diganti barcode dan lain lain. Tapi tetap harus FOKUS! Untung menepis isu-isu yang
beredar itu, mereka juga mengatakan sering mengecek Timeline di akun-akun
penting di Twitter untuk keakuratan berita tersebut, contoh saja @Info_snmptn
b.
Saat pelaksanaan : itu
dapat disimpulkan dari jawaban di pertanyaan pertama
c.
Pasca : mereka mengatakan lega! Bagaikan beban
dipunggung seperti terangkat, walau tetap saja ada rasa khawatir , “Bagaimana
nem kakak? Kakak lulus atau tidak? Secara kakak main Jujur tidak main
contek-contekan , tapi tetap setelah UN kakak harus mempersiapkan diri untuk
SBMPTN dan Ujian-ujian mandiri PTN dan selalu tawakal kepada Allah SWT, agar
mendapat hasil yang maksimal”
d. Mereka mengatakan ketika UN Alhamdulillah
perasaannya tidak tegang dan takut, hanya sedikit khawatir karena kuwalitas
soal dan lembar jawaban yang kurang baik.
Pasca
UN sudah agak lega sudah melewati rintangan kecil menuju rintangan yang lebih
besar, dunia kampus dan dunia kerja. Ya tinggal megharapkan hasil yang terbaik
dari Allah SWT atas ikhtiar dan doa
yyang saya dan teman-teman kelas 12 lakukan. Sekarang tinggal menunggu hasil
rekayasa Dia Yang Maha Kuasa
Perasaan
waktu pra agak deg-degan, lebih ke takut sakit atau ada halangan-halangan yang
tidak terduga. Perasaan waktu pelaksanaan cukup santai tapi agak pusing juga
kalau soalnya. Perasaan pasca cukup lega karena sudah selesai satu tunggakan,
tapi masih ada sedikit beban karena belum tau kepastian keterima di universitas
mana
2.6 Saran dari murid kelas 12 tahun ini untuk
ujian nasional tahun 2014
Semoga tahun depan pemerintah lebih siap
semuanya, dari hal-hal yang kecil dulu saja. Jangan
sampai ketika siswanya sudah siap dan matang buat menghadapi UN, tapi
kemendikbud nya berantakan dan begitu parahnya. Terbukti dengan banyak nya
berita tentang carut marut UN 2013 di TV. Kalau bias UN dapat dihapuskan.
Karena UN tidak bias menilai atau mengukur kemampuan seseorang dengan 4 hari
Saran
untuk UN tahun depan, menurut mereka kalau bisa UN untuk sementara waktu ini
jangan dulu dijadikan standar kelulusan. Perbaiki dahulu kualitas pendidikan
yang mencakup profesionalitas guru, kelengkapan sarana prasarana sekolah,
kurikulum atau yang paling menjadi perhatian adalah pendidikan karakter,
pendidikan yang mencetak insane berbudi pekerti luhur. Nah dalam sementara
waktu itu mungkin kelulusan dapat ditentukan melalui standar sekolah atau
regional missal suatu kota atau provinsi. Baru setelah baik pendidikan
Indonesia menjadikan UN sebaga kelulusan adalah baik.
Saran
ujian nasional tahun depan buat para calon peserta yang pokok: percaya sama
diri sendiri, usaha yang keras dan do’a yang sungguh-sungguh sebelum ujian
nasional. Jangan usaha yang aneh-aneh saat pelaksanaan ujian nasional. Yakin
kalau Allah melihat proses, tidak hanya hasil. Seribet apapun sistematika ujian
nasional, kalo kita tenang dan yakin pada diri sendiri, InsyaALLAH lancar.
Ikuti saja alurnya dan jangan banyak komentar, karena itu sudah urusan
pemerintah. Lulus itu gampang saja kok. Karena sekolah yang nentuin
3.
Dampak “Ujian Nasional” dari segi Kacamata Siswa
Dampak Positifnya ialah :
1. Ujian nasional bisa menjadi peningkat mutu siswa dalam proses pembelajaran
untuk menjadi SDM yang bermutu, mungkin dalam proses belajar siswa tidak serius
dalam menerima pembelajaran, tetapi setelah mendengar kata Ujian Nasional siswa
akan serius belajar, apalagi UN juga sebagai penentu siswa untuk memasuki
sekolah negeri pilihan.
2. Ujian Nasional juga membuat siswa untuk
belajar serius, mungkin dalam keseharian belajar para siswa kurang serius,
tetapi bila mendengar kata UN sudah di depan mata, mereka akan belajar lebih
semangat dan bersungguh-sungguh guna menyenangkan hati orang tua mereka.
3. Ujian Nasional juga bisa sebagai indikator
untuk siswa sudah sampai manakah siswa sudah belajar serius untuk menghadapi
masa depan mereka. Dengan nilai hasil ujian siswa, mereka bisa mengetahui
apakah mereka sudah maksimal atau belum, bila belum, perlu dimaksimalkan.
4.
Siswa juga diajarkan untuk tidak curang seperti menyontek karena pengawasan
yang super ketat dan pengawasnya pun bukan dari guru asal sekolah mereka. Bila
ada yang mencurigakan para guru tidak segan-segan akan mencatat mereka dan
melaporkannya pada panitia ujian guna menentukan hasil akhirnya.
5. Menjadikan siswa juga tidak terlalu
bergantung pada guru. Dengan begitu, murid akan mencari bimbel untuk persiapan
UN atau mereka akan mempelajari soal UN tahun lalu guna mempersiapkan untuk UN
tahun sekarang.
6. Dengan adanya UN, akan menciptakan
generasi-generasi bangsa kita yang berkompeten. UN telah menyumbang kontribusi
dalam rangka penyamaan mutu pendidikan terhadap dunia internasional.
7. Peraturan dan pelaksaan UN dapat memacu daya kreativitas dan cara berfikir
murid sehingga menjadi generasi yang kreatif
Dampak Negatifnya antara lain adalah :
1. Dampak ujian nasional bagi siswa adalah timbulnya
pemahaman yang keliru terhadap makna bejalar di sekolah/madrasah. Tujuan studi
(belajar) yang mestinya dalam rangka mencari ilmu (thalab al- ‘ilmi),
kecerdasan dan akhlak yang mulia (akhlak al-Karimah) berubah menjadi sekedar
meraih elulusan ujian nasional untuk tuga mapel UN. Akibatnya, mapel-mapel yang
tidak di- UN- kan akhirnya menjadi dinomorduakan, termasuk gurunya. Kondisi
demikian ini masih diperparah oleh sistem pelaksanaan UN-nya tidak jujur.
Setiap kali ada pelaksanaan UN hampir pasti muncul aroma yang cukup tajam bahwa
ada beberapa sekolah/madrasah yang dalam pelaksanaan UN- nya tidak fair-play
alias tidak jujur. Artinya, dalam pelaksanaan UN di tingkat sekolah/madrasah
itu panitianya dan tentu dengan “restu” kepalanya secara langsung atau tidak
langsung membantu siswa supaya lulus UN, misalnya dengan cara memberi kunci
jawaban kepada peserta UN, dan juga bisa dengan cara menggunakan siswa pandai
untuk “dicontoh” oleh siswa yang memang lemah.
2. UN telah berlaku tidak adil terhadap siswa yang menjalani proses pendidikan
di sekolah yang masih tertinggal, miskin sarana prasarana, ketiadaan guru yang
profesional, proses belajar-mengajar seadanya, dan keterbatasan akses terhadap
sumber belajar. Mereka dipaksa untuk bisa menghasilkan nilai yang sama dengan
siswa dari sekolah yang sudah maju, fasilitas lengkap, guru memadai, dan punya
akses yang luas terhadap resources. Input dan proses yang berbeda akan
menghasilkan output yang berbeda pula. Siswa dengan latar belakang ekonomi
keluarga kuat akan mampu membayar bimbingan belajar di luar sekolah dan mampu
menyediakan buku serta bahan ajar yang memadai sehingga kemungkinan untuk lulus
UN menjadi lebih besar. Sementara itu, siswa dari keluarga miskin akan
mengalami kesulitan membayar bujet ekstra untuk bimbingan belajar di luar
sekolah dan tidak mampu menyediakan buku dan bahan ajar lainnya. Karena itu,
kemungkinan lulus menjadi lebih kecil. Hasil UN telah mendiskriminasi siswa yang
tidak lulus untuk masuk pada pendidikan yang bagus pada jenjang berikutnya.
Siswa SLTA yang ikut jalur UNPK mengalami masalahnya sendiri, karena Perguruan
Tinggi Negeri tidak bersedia menerima Ijazah persamaan paket C, demikian juga
dengan siswa SLTP yang ikut jalur UNPK paket B mereka juga tidak bisa masuk
sekolah SMA yang bagus. Disamping itu juga terjadi stigmatisasi siswa yang
tidak lulus sebagai kelompok siswa yang gagal dan 'bodoh', mereka akan
menangggung beban psikologis dan sosial yang cukup berat. Tidak mengherankan
ketika hasil UN diumumkan, terjadi beberapa kasus bunuh diri di kalangan siswa
yang tidak lulus
3. Jika hasil UN itu dijadikan indikator untuk memotret kelemahan para siswa
dalam praksis pendidikan, hasil UN bisa menjadi efektif dan sangat dibutuhkan
untuk bahan perencanaan dalam mengambil kebijakan menyusun langkah-langkah
strategis upaya peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. Dengan demikian,
gap mutu yang masih terjadi selama ini bisa diperkecil.Tampaknya, walaupun UN
telah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu, hasil UN yang memberikan indikasi
kondisi nyata pendidikan tidak banyak ditindaklanjuti. Nyatanya, sekolah yang
lima tahun lalu terbelakang tetap saja semakin terpinggirkan dan tetap tidak
mampu meluluskan siswanya dalam UN tahun ini.
4. Dampaknya UN pun bisa dilihat bagi yang
tidak lulus. Pasti akan berdampak pada psikis. Entah dengan berbagai cara
seperti kabur dari rumah, bunuh diri dan lain-lain. Itu dikarenakan mereka
tidak ingin mengecewakan orang tua mereka.
5. Siswa pun dibuat tidak percaya diri yang
pada akhirnya mereka akan membeli soal atau kunci jawaban dari guru atau oknum
lain jadi bisa merugikan siswa dan juga oknum yang menyelenggarakan seperti
guru.
6. Merupakan bentuk pelecehan karena,
misalnya murid SMP yang sudah belajar selama 3 tahun hanya 3 hari Ujian
Nasional dilaksanakan, bagaimana kalau sikap mereka berakhlak yang buruk dan
nilai UNnya bagus, pasti akan banyak oknum yang menentangnya.
7. Semua sekolah pun belum tentu kurikulumnya
sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. Bila Ujian nasional dilaksanakan
dengan kurikulum yang berbeda, maka para murid akan bingung dan mendapat hasil
UN yang kurang maksimal.
8. Ujian Nasional hanya mengujikan mata
pelajaran yang rata-rata harus dikuasai siswa seperti matematika, IPA, Bahasa
Indonesia, dan bahasa inggris. Bagaimana dengan kesenian. Negara ini tidak maju
karena yang mereka hasilkan hanyalah tenaga kerja yang bersifat material,
sedangkan SDM luar negeri lebih berkualitas materialnya sehingga menjadikan
orang pribumi kita yang menguasai material menjadi pengangguran. Kalau
kesenian, hanya bangsa kita yang mempunyai seni yang beragam seperti batik.
Bila pemerintah menggunakan kesenian sebagai hal yang harus dikuatkan, maka
akan banyak hal yang baru dibuat di negara kita yang bisa memajukan martabat
bangsa kita.
9. Siswa pun bisa kalah sebelum bertanding
karena stress yang tinggi memikirkan standar nilai yang harus dicapai yang bisa
berakibat fatal.
10. Satndar Nilainya pun cepat naik dari
tahun ke tahun sehingga siswa susah untuk beradaptasi kepada standar nilai
Ujian Nasional tersebut.
11. Sebagian kebijakan UN bisa melumpuhkan
motivasi anak karena mereka melihat ada yang belajar bermalasan dan tidak
berprestasi bisa lulus karena faktor uang.
Kebijakan UN telah menimbulkan lebih banyak dampak
negatif ketimbang dampak positif. Sepatutnya pemerintah mempertimbangkan
kembali kebijakan pelaksanaan UN dengan mengevaluasi secara jujur dan jernih
serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan yang sesungguhnya. Akan
lebih adil jika kewajiban pemerintah terlebih dahulu dilaksanakan dengan
membenahi dulu kondisi real pendidikan dan mempersempit disparitas kualitas
pendidikan yang ada sebelum memaksa siswa dan guru memenuhi kewajiban untuk
mencapai nilai UN yang dikehendaki.
4. Solusi Atas
Masalah-Masalah Ujian Nasional Tahun 2013
Ada beberapa solusi yang dapat
di berikan melalui saran di bawah ini:
1. Bagi Pemerintah
Pemerintah harus mengkaji ulang
sistem Ujian Nasional di negara Indonesia.
·
Jika mengamati negara
Finlandia, diakui oleh semua negara sistem pendidikan Finlandia adalah terbaik
dunia. Padahal di negara tersebut ditiadakannya sistem UN. Sumber yang
diketahui, disana diterapkannya budaya membaca sejak kecil, juga
kebijakan-kebijakan dari pemerintah Finlandia untuk membuat suasana belajar
senyaman mungkin.
·
Pemerintah sudah harus
menetapkan satu institusi untuk mencetak soal-soal ujian dan lembar jawaban
Cara ini bermanfaat agar tidak
banyak kepentingan-kepentingan, misalkan percetakan negara (PusGraFin). Jika
dibuat tender-tender apalagi sampai permainan pemenangan tender tidak
dipungkiri pasti terjadi unsur suap yang berujuk tindak korupsi.
·
Pemerintah harus melakukan
intervensi dan pengawasan terhadap pencetakan soal supaya cepat dan tidak mendadak
dalam pendistribusiannya, juga untuk menghindari terhadap penggunaan kertas
berkualitas rendah yang bisa merugikan para pelajar.
2. Bagi Pendidik (guru)
·
Secara psikologis akibat
terjadinya kisruh UN ini siswa dapat merasakan frustasi yang berujung pada
penurunan kualitas semangat belajar siswa, maka tugas pendidik mengembalikan
semangat tersebut dengan memberikan motivasi, pemahaman untuk mengubah pola
pikir siswa.
·
Memberikan pengajaran dengan
metode PAILKEM (Pembelajaran, Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif,
Menarik)
Metode pembelajaran ini
disesuaikan dengan kondisi siswa dikelas, dengan pembelajaran yang menyenangkan
dan tidak membosankan akan tumbuh motivasi semangat belajar siswa.
5. Tips Menghadapi Ujian Nasional
1.
Persiapan Awal yang Matang
Bawalah semua
alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam
(tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan
membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
2. Tetap Tenang dan percaya diri
Yakinkan pada diri kamu bahwa kamu sudah siap sedia
dan akan mengerjakan ujian dengan baik. Karena percaya diri merupakan poin
penting dari salah satu kesiapan dalam ujian nasional. Tanpa adanya kepercayaan
diri terkadang otak kita bisa blank hilang konsentrasi. Caranya bisa dengan
duduk yang tenang, santai, rileks.
3. Baca, Cermati lalu Pahami baru mengerjakan soal
Tips Menghadapi Ujian Nasional
yang ini sangat penting, Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk
membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan
berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan
untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu
membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai
jawaban.
4. Hati-hari dalam mengisi Lembar Jawaban Komputer (LJK)
Dalam mengisi Lembar Jawab Komputer (LJK) sebaiknya
hati-hati, jangan sampai basah, terlipat dan selalu menjaga LJK dari minyak,
jika hal ini terjadi yang ditakutkan adalah tidak mesin scanner tidak dapat
mendeteksi jawaban anda. Tentunya hal ini sangat fatal.
5. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera
meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa
lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu
untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban
matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal).
Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
6. Awali dan Akhiri dengan berdoa
Sebelum kita mulai mengerjakan dan sesudah
mengerjakan jangan lupa berdoa kepada Tuhan agar diberikan hasil yang baik.
Kita hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan. Tuhan senantiasa akan melihat
kesungguhan usaha kita. Tuhan pun akan melihat kesungguhan hambaNya untuk
melakukan suatu usaha jika hambaNya mengiringi usahanya tersebut dengan berdoa.
BAB 3
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kesimpulan
dari pembahasan di atas, pelaksanaan Ujian Nasional 2013 tidak berjalan dengan
lancar dikarenakan adanya kesalahan dari pihak pemerintah dan percetakan.
Kecemasan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional harus di
atasi. Karena dapat menyebabkan banyak sekali dampak buruk. Untuk mengatasinya
dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Hadapilah
ujian tersebut dengan tenang dan santai.
2. Percaya pada diri sendiri.
3. Buatlah
sebuah rencana dan strategi yang tepat.
4. Perbanyaklah
baca dan latihan soal.
5. Belajar
kelompok.
6. Mohon
doa restu dari orang tua.
7. Berdoalah
pada tuhan.
B.
SARAN-SARAN
Sebaiknya pihak pemerintah dan
percetakan lebih siap dan lebih sigap dalam menyelenggarakan Ujian Nasional
ini.
Dalam menghadapi Ujian Nasional
sebaiknya kita janganlah merasa cemas. Karena kecemasan tersebut dapat
mengakibatkan hal buruk terjadi pada diri kita. Jadi, jangan pernah menganggap
Ujian Nasional itu adalah beban untuk kita. Anggap saja bahwa UN ini misteri
yang harus kita pecahkan. Dan peecayalah kita mampu dan kita pasti bias
berhasil dengan usaha. Jadi, jika kita mampu mengapa kita harus bercemas?
DAFTAR PUSTAKA